Pergi
Kamu, Kamu tau apa yang paling menyedihkan? Aku. Karena kamu datang, membuatku “bermimpi”, Lalu pergi. Kamu memang tak berdiri di depan pintu, Tak menghalagi siapapun untuk masuk Tapi, Tak bisakah sejenak kau pamit? Agar setidaknya aku tahu Bahwa aku perlu untuk menutup pintu. Tapi tidak, Saat aku tengah berbahagia dengan mimpi Mempersiapkan segalanya di dalam rumah Untukmu, Lalu seketika saat segalanya hampir siap Tinggal waktu untuk mengejutkanmu Ternyata, Kau mengejutkan ku terlebih dahulu, Kau telah berada di seberang jalan Bersama dia, Kedatanganmu yang selalu sebentar Terkadang memang membuatku bertanya Tapi mimpi yang kau bawa selalu membuatku lupa Lalu dengan bahagia kutitipkan hatiku Kemudian dengan tertawa mempersiapkan segalanya Ternyata, Kau tidak menjaga pintu hatiku Kau meninggalkannya terbuka Tanpa mungkin pernah sadar bahwa itu membuatku terluka Jadi, Bisakah kau jangan datang lagi? Agar setida...