Dunia

Halo lagi!!
Terimakasih untuk yang telah membaca postingan di blog ini. Well let me say hello to you first, hello my random readers!! You make me happy whenever I see how many readers on my blog :')

I do know that it's oldschool and I don't exactly expect anything on this blog, I just love to watch anything and I think that I need a place to save that moment and my thought of course. So it's glad to have somebody to share with,,,,, and this is one of that.

Dunia, bagaimana dengan duniamu hari ini? Apakah baik-baik saja? 
Duniaku hari ini seperti hari-hari lainnya, terkadang terasa begitu membingungkan mengenai apa yang akan dilakukan. I read many tips about how to manage times a day, but back again. Too hard to be self-diciplined, like usual. 
So, I just doing random things like scroolling my instagram and any other useless things. But, when I scroolling my instagram. I found a news about driver ojek online yang terpaksa berhenti bekerja karena cuma dikasih bintang 1 oleh pelanggannya.

I know that everyone have their own perspective, and I do know that it's everyone right to decide about what they want to do in their ife. But, it hurt me everytime I see someone hurt anyone else just because they can't fullfill their expectation.

Seperti di salah satu postingan instagram sebelumnya, mengenai ibu tua yang kepergok mencuri beras di pasar dan kemudian dia di caci maki di pukul dan video mengenai hal tersebut disebar di dunia maya. This is just my thought, but for me that's truly unacceptable. 

Bagaimana bila hal tersebut mempengaruhi kehidupan si ibu? Bagaimana bila di setiap keberadaannya orang menjadi waspada karena khawatir ibuk tersebut akan mencuri?
Bagaimana bila ternyata itu adalah kali pertamanya melakukan pencurian, bagaimana bila hal tersebut dilakukannya karena memang ia terlalu lapar dan terlalu bingung mengenai bagaimana cara mendapatkan makanan? Bagaimana bila ternyata ada keluarganya mungkin cucunya yang masih sangat kecil menunggunya di rumah setelah berhari-hari merasakan lapar? Bagaimana bila ternyata ibu tersebut telah meminta bantuan tapi ternyata tidak ada yang bersedia membantu? Bagaimana bila terrnyata dia telah mencari pekerjaan tetapi tidak ada yang bersedia memberikan karena fisiknya yang lemah?
Maka apalagi yang harus di lakukannya selain berdiri pada kaki sendiri?

Aku tidak membenarkan sebuah pencurian. Tentu hal itu merupakan hal yang salah, karena sang korban (si bapak penjual beras) juga merupakan seorang manusia yang sedang berusaha mencari sesuap nasi untuk keluarganya.

Tetapi,
Seringkali kita tidak pernah menyadari akibat dari kesalahan kita terhadap kehidupan orang lain. Mungkin bagi kita, beberapa detik yang kita habiskan, beberapa kata yang kita ucapkan, dan beberapa perbuatan yang kita lakukan merupakan hal yang sepele. Tapi, bagaimana dengan kehidupan orang lain? Bisa jadi beberapa hal yang sepele tersebut dapat merubah kehidupan seseorang selamanya. Mengenai perihal baik atau buruknya perubahan itu, bukankah kita yang memiliki andil terhadapnya? Karena memang kita yang telah merubahnya.
Tapi bahkan kita mungkin tak pernah menyadari bahwa kemungkinan-kemungkinan itu mungkin telah menghancurkan hidup seseorang.

Bisa jadi hal yang dia lakukan adalah hal yang sudah semalaman suntuk dipikirkannya, bisa jadi merupakan hal sangat berat yang diputuskannya dan bisa jadi merupakan langkah paling beresiko yang diambilnya. Tapi kemudia kita meremehkan, menyalahkan dan menyudutkan perbuatan tersebut. 
Maka tidak kah pernah kita fikirkan, bisa jadi di malam hari setelah kita menyalahkan keputusan yang seseorang ambil, seseorang itu duduk termenung, sendiri, merasa bersalah akan apa yang telah dilakukannya.

Mungkin bagi kita itu hal yang biasa, tapi bagi seseorang itu hal yang sangat bermakna. Seperti halnya sat kita terluka, bukankah walau bertahun telah terlewati luka itu terkadang masih terasa nyeri?
Maka kenapa kita justru memberikan luka terhadap seseorang, yang bahkan luka tersebut enggan untuk kita obati? Bahkan luka tersebut bahkan tidak kita ketahui?

Apakah hidup kita sebegitu menyedihkannya untuk membuat sedih orang lain?

Komentar

  1. Kadang kita terlalu terburu2 dalam mengambil keputusan. Bukankah Rasulullah telah mengajar kan kita untuk sabar. Dan melihat sesuatu hal dari berbagai sudut pandang. Kita tidak memiliki hak untuk menghakimi seseorang. Semoga hidup lebih indah jika وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ bisa terlaksana dengan baik.

    BalasHapus

Posting Komentar